Langsung ke konten utama

Wawancara Tentang Ngamumule Budaya Sunda Periode 2020


Kegiatan Ngamumule Budaya Sunda

Kegiatan yang sedang hangat di perbincangkan yaitu “ngamumule budaya sunda” yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk melestarikan dan memajukan budaya sunda sudah selayaknya mendapat apresiasi. Dan inilah yang dilakukan kampus kami yaitu universitas suryakancana, yang diadakan oleh fakultas FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pedidikan) program studi PBSI (pendidikan bahasa dan sastra Indonesia). Yang menjadi wadah acara ini adalah HIMADIKSI (himpunan mahasiwa pendidikan bahasa Indonesia). Yang setiap tahunya selalu di adakan, yang bertempat di aula FKIP universitas suryakancana. Untuk melestarikan budaya sunda, ada beberapa upaya yang harus di lakukan oleh kampus kita ini yaitu seharusnya dalam sepekan seluluh mahasiswa dan dosen harus berkomunikasi menggunakan bahasa sunda. Dan pada saat mengadakan acara ngamumule budaya sunda harus benar-benar menampilkan berbagai kebudayaan sunda, seperti mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan bahasa sunda contohnya biantara, maca sajak, pupuh, aksara sunda, dan dongeng. Yang diikuki oleh sekolah tingkat SMP/MTS dan SMK/SMA/MAN.  Dengan adanya kesadaran melestarikan budaya sunda, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual yang tinggi namun juga memiliki kecerdasan social dalam masyarakat karena ada pepatah yang mengatakan “hade goreng ku basa” masih melekat dalam diri masyarakat yang berdarah sunda.
 Acara ngamumule ini adalah salah satu bentuk pedulinya kita terhadap budaya sunda, kita sebagai generasi muda harus mampu melestarikan budaya sunda karena kita hidup di linkungan dan adat istiadat sunda maka dari itu kita harus membanggakan budaya sunda yang menjadi budaya daerah kita sendiri. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan sudah melangsungkan acara ngamumule budaya sunda ini sejat tahun 2010 sampai dengan sekarang acara ini terus menerus diadakan karena sudah menjadi acara wajib bagi prodi bahasa dan sasta Indonesian ini. Acara ini juga selalu bekerja sama denga  sponsor-sponsor dari luar kampus seperti contohnya  dari bank-bank atau instansi-instansi yang setiap tahunya tutut berpartisipasi dalam acara ini.
Setiap tahunya acara ini selalu mengadakan seminar yang ditujukan untuk semua mahasiswa, dosen, siswa, bahkan dari kalangan luar kampus seperti guru-guru dari sekolah manapn bisa turut mengikuti acara seminar ini. Acara seminar ini juga selalu disajikan oleh pemateri-pemateri yang terkenal seperti budayawan sunda ataupun penulis sastra sunda yang karya nya sudah terkenal dimana-mana, jadi tidak sedikit halnya yang mengikui seminar ini selain itu pesrta seminar juga selalu di fasilitasi dengan di berinya makanan ringan, ATK, sertifikat dan juga tak lupa ilmu yang bermanfaat. Acara ngamumule tahun ini bertemakan “ sadia, satia, sajiwa, ngamumule budaya sunda”.
Minggu lalu saya sempat berbincang-bincang sedikit mengenai acara ngamumule budaya sunda  ini dengan ketua pelaksananya langsung dan saya menanyakan beberapa hal yang bersangkutan dengan acara ini, ketua pelaksana ngamumule budaya sunda tahun sekarang ini bernama Nisa Purwita mahasiswa tingkat 1 program studi bahasa dan sastra Indonesia yang juga termasuk anggota HIMADIKSI (himpunana mahasiswa pendidikan bahasa Indonesia). Dan disini saya menanyakan makna dari tema itu  apa dan bagaimana agar budaya sunda ini tetap selalu diletarikan, dipakai, dan tidak terlupakan di kalangan masyarakat maupun di kalangan remaja, dewasa, anak kecil ataupun orang tua? Tuturan dari ketua pelaksana mengenai arti tema tersebut yaitu sadia, yang berarti bersedia untuk melestarikan budaya sunda terutama bagi pemuda/pemudi di lingkungan kita, selanjutnya setia saitu harus setia terhadap kebudayaan yang sudah melekat dari jaman dulu di lingkungan kita yaitu budaya sunda , dan selanjutnya sajiwa yang nantinya akan memilili jiwa yang kuat untuk tetap melestarikan budaya sunda ini, agar budaya leluhur kita tidak terlupakan seperti sekarang budaya leluur kita semakin terasingkan karena kemajuan jaman yang semangit melesat tinggi. Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus bisa menjaga dan memelihara budaya sunda ini dengan cara melestarikan dan  menanamkan kesadaran pada diri kita sebagai generasi muda, salah satu contoh melestarikan budaya sunda ini dengan cara membuat acara ngamumule budaya sunda ini .
Maka acara tahunan ini bisa membantu melestarikan budaya sunda di era revolusi industri ini dengan adanya acara ngamumule ini ada niat tersendiri bagi kita yaitu untuk mengajak masyarakan, pemuda/pemudi untuk melestarikan kegiatan kebudayaan ini. Program ini menjadi salah satu prioritas untuk mendongkrak kembali potensi warisan sunda yang sudah hampir punah karena jaman yang semakin canggih. Maka kita sebagai generasi muda harus bisa menjaga kebudayaan leluhur ini sekuat mungkin agar punah oleh jaman karena itu merupakan kearifan lokal kebudayaan kita. Sangat sama persis kaitanya dengan perbincangan saya dengan ketuan pelaksana diatas bahwa peran penting diadakanya ngamumule budaya sunda salah satunya untuk melestarikan budaya sunda jadi pantas sekali  setiap tahun diadakan acara ini dan sipatnya itu wajib. Oleh karena itu sebagai pemuda/pemudi kita harus semangat melestarikan budaya kita sendiri jangan sampai budaya kita punah karena kelalaian dan ketidakpeduliannya kita terhadap budaya ini.

Komentar