Kegiatan Ngamumule Budaya Sunda
Kegiatan
yang sedang hangat di perbincangkan yaitu “ngamumule budaya sunda” yang
berkaitan dengan usaha-usaha untuk melestarikan dan memajukan budaya sunda
sudah selayaknya mendapat apresiasi. Dan inilah yang dilakukan kampus kami
yaitu universitas suryakancana, yang diadakan oleh fakultas FKIP (fakultas
keguruan dan ilmu pedidikan) program studi PBSI (pendidikan bahasa dan sastra
Indonesia). Yang menjadi wadah acara ini adalah HIMADIKSI (himpunan mahasiwa
pendidikan bahasa Indonesia). Yang setiap tahunya selalu di adakan, yang
bertempat di aula FKIP universitas suryakancana. Untuk melestarikan budaya
sunda, ada beberapa upaya yang harus di lakukan oleh kampus kita ini yaitu
seharusnya dalam sepekan seluluh mahasiswa dan dosen harus berkomunikasi
menggunakan bahasa sunda. Dan pada saat mengadakan acara ngamumule budaya sunda
harus benar-benar menampilkan berbagai kebudayaan sunda, seperti mengadakan
lomba-lomba yang berkaitan dengan bahasa sunda contohnya biantara, maca sajak,
pupuh, aksara sunda, dan dongeng. Yang diikuki oleh sekolah tingkat SMP/MTS dan
SMK/SMA/MAN. Dengan adanya kesadaran
melestarikan budaya sunda, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya
memiliki kemampuan intelektual yang tinggi namun juga memiliki kecerdasan
social dalam masyarakat karena ada pepatah yang mengatakan “hade goreng ku basa” masih melekat dalam diri masyarakat yang
berdarah sunda.
Acara ngamumule ini adalah salah satu
bentuk pedulinya kita terhadap budaya sunda, kita sebagai generasi muda harus
mampu melestarikan budaya sunda karena kita hidup di linkungan dan adat
istiadat sunda maka dari itu kita harus membanggakan budaya sunda yang menjadi
budaya daerah kita sendiri. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan sudah
melangsungkan acara ngamumule budaya sunda ini sejat tahun 2010 sampai dengan
sekarang acara ini terus menerus diadakan karena sudah menjadi acara wajib bagi
prodi bahasa dan sasta Indonesian ini. Acara ini juga selalu bekerja sama
denga sponsor-sponsor dari luar kampus
seperti contohnya dari bank-bank atau
instansi-instansi yang setiap tahunya tutut berpartisipasi dalam acara ini.
Setiap tahunya acara ini selalu
mengadakan seminar yang ditujukan untuk semua mahasiswa, dosen, siswa, bahkan
dari kalangan luar kampus seperti guru-guru dari sekolah manapn bisa turut
mengikuti acara seminar ini. Acara seminar ini juga selalu disajikan oleh
pemateri-pemateri yang terkenal seperti budayawan sunda ataupun penulis sastra
sunda yang karya nya sudah terkenal dimana-mana, jadi tidak sedikit halnya yang
mengikui seminar ini selain itu pesrta seminar juga selalu di fasilitasi dengan
di berinya makanan ringan, ATK, sertifikat dan juga tak lupa ilmu yang
bermanfaat. Acara ngamumule tahun ini bertemakan “ sadia, satia, sajiwa, ngamumule budaya sunda”.
Minggu lalu saya sempat
berbincang-bincang sedikit mengenai acara ngamumule budaya sunda ini dengan ketua pelaksananya langsung dan
saya menanyakan beberapa hal yang bersangkutan dengan acara ini, ketua
pelaksana ngamumule budaya sunda tahun sekarang ini bernama Nisa Purwita
mahasiswa tingkat 1 program studi bahasa dan sastra Indonesia yang juga
termasuk anggota HIMADIKSI (himpunana mahasiswa pendidikan bahasa Indonesia).
Dan disini saya menanyakan makna dari tema itu
apa dan bagaimana agar budaya sunda ini tetap selalu diletarikan,
dipakai, dan tidak terlupakan di kalangan masyarakat maupun di kalangan remaja,
dewasa, anak kecil ataupun orang tua? Tuturan dari ketua pelaksana mengenai
arti tema tersebut yaitu sadia, yang berarti bersedia untuk melestarikan budaya
sunda terutama bagi pemuda/pemudi di lingkungan kita, selanjutnya setia saitu
harus setia terhadap kebudayaan yang sudah melekat dari jaman dulu di
lingkungan kita yaitu budaya sunda , dan selanjutnya sajiwa yang nantinya akan
memilili jiwa yang kuat untuk tetap melestarikan budaya sunda ini, agar budaya
leluhur kita tidak terlupakan seperti sekarang budaya leluur kita semakin
terasingkan karena kemajuan jaman yang semangit melesat tinggi. Maka dari itu
kita sebagai generasi muda harus bisa menjaga dan memelihara budaya sunda ini
dengan cara melestarikan dan menanamkan
kesadaran pada diri kita sebagai generasi muda, salah satu contoh melestarikan
budaya sunda ini dengan cara membuat acara ngamumule budaya sunda ini .
Maka acara tahunan ini bisa membantu melestarikan budaya sunda di era revolusi industri ini dengan adanya acara ngamumule ini ada niat tersendiri bagi kita yaitu untuk mengajak masyarakan, pemuda/pemudi untuk melestarikan kegiatan kebudayaan ini. Program ini menjadi salah satu prioritas untuk mendongkrak kembali potensi warisan sunda yang sudah hampir punah karena jaman yang semakin canggih. Maka kita sebagai generasi muda harus bisa menjaga kebudayaan leluhur ini sekuat mungkin agar punah oleh jaman karena itu merupakan kearifan lokal kebudayaan kita. Sangat sama persis kaitanya dengan perbincangan saya dengan ketuan pelaksana diatas bahwa peran penting diadakanya
ngamumule budaya sunda salah satunya untuk melestarikan budaya sunda jadi pantas sekali setiap tahun diadakan acara ini dan sipatnya itu wajib. Oleh karena itu sebagai pemuda/pemudi kita harus semangat melestarikan
budaya kita sendiri jangan sampai budaya kita punah karena kelalaian dan ketidakpeduliannya kita terhadap budaya ini.
Komentar
Posting Komentar